'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Mengikuti Upacara Pengibaran Bendera HUT RI Ke 77
17 Agustus 2022 11:07 WIB | dibaca 51

Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pemalang

Mengikuti Upacara Pengibaran Bendera HUT RI Ke 77 

Di Alun-alun Kota Pemnalang

17 Agustus 2022 Pkl. 07.00 - 08.30

Peserta Upacara Ibu Hj. Maysaroh dan Ibu Irma AKhmalia

Upacara Bendera dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia berlangsung dengan khidmat

Selaku inspektur Upaca Plt. Bupati Pemalang Bapak Mansyur Hidayat, ST

Beliau Hadir dengan pengawalan forkompimda dengan didampingi Istri tercinta ibu Santi Rosalina

Beliau langsung menempati podium upacara dan ibu Santi duduk di tenda tamu kehormatan bersama dengan tamu undangan diantaranya dari Aisyiyah bersama ddengan ORMAS lainnya

Dengan barisan Paskibraka yang tampak gagah tegap mengawali upacara bendera untuk pengibaran sang saka Merah Putih 

Barisan Paskibraka terdiri dari

1.Pasukan 17 

   Melambangkan tanggal Kemerdekaan Republik Indonesia

2. Pasukan 8 yaitu Tim Pembawa Bendera Sang Merah Putih

   yang melambangkan bulan Agustus bulan ke 8 Bangsa Indonesia Merdeka

2. Pasukan 45

   Melambangkan Tahun 1945 dimana tahun tersebut bvangsa Indonesia Merdeka

Mereka tampak disiplin, kompak dan wajah ceria yang tersirat dari senyuman mereka, karena pastilah bangga setelah mengikuti seleksi sebelum mereka dikukuhkan sebagai tim Paskibraka Upacara Bendera dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Indonesia.

Selain itu juga barisan drumband dari Polres Pemalang yang sangat kompak

serta barisan peserta upaca dari Pelajar, Mahasiswa, ASN, TNI , serta OKP Kabupaten Pemalang

dan juga para tamu undangan yang duduk di tenda kehormatan

Setelah Pengibaran Bendera dilanjutkan Mengheningkan Cipta

Dilanjutkan Pembacaan Naskah Proklamasi oleh Inspektur Upacara

Rangkaian selanjutnya Pembacaan UUD 1945 oleh Ketua DPRD Pemalang

 Inspektur Upacara Membacakan Naskah Sambutan Gubernur Jawa Tengah Bpk. Ganjar Pranowo

Bapak ibu saudaraku sekalian. Hari ini adalah tahun kedua kita merayakan kemerdekaan di tengah pandemi. Seratus ribu lebih saudara kita gugur. 1ga juta lebih saudara kita merasakan perih. Banyak orang bertumbangan.Pedagang,

pengusaha,  karyawan  termasuk   tenaga   medis. Bukanhanyasektorperekonomiandankesehatan, hampir seluruh lini kehidupan terkena pukulantelak pandemi ini.

Setiap hari, kabar orang meninggal maupun usaha yang gulung tikar kita dengar. Grup-grup whatsApp dan media sosial, berubah jadi ruang penebar duka dan doa. Sedih, capek, marah dan muak bergantian masuk di dada, seolah-olah sudut untukkitabahagiasudahtidaktersisa.Seolah-olah, kehidupan yang aman dan nyaman sudah tidak ada.Panjenengansemuajadisaksibetapaberat- nya perjuangan ki@, terlebih perjuangan teman- teman tenaga medis untuk mengalahkan pandemi. Bahkan demi keselamatan lebih dari 1400 te- nagakeseha@nmeninggaldunia,110diantaranya adalahtenagakesehatandariJawaTengah.

Maka di tengah upacara kemerdekaanIndo- nesia, 17 Agustus 2021, saya ingin memberi hormat setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan.Kamibersamakalian.Denganhazmat yangsayapakaiini,sayaberharapdapatketularan semangat dan spirit kemanusiaan para tenaga medisditengahpandemi.Semangatdanspirititu,

 juga saya harapkan menular pada panjenengan semua yang saat ini sedang menjalani isolasi. Panjenengan tidak sendirian. Yang penñng, kia harus tems berjuang untuk pulih dan meningkatkan imun. 2angan loyo apalagi nglokro.

Bapak ibu. Saban hari saya keliling bertemu bakulsayuran,berjumpatukangbecak,pedagang asongansampaipenjajakoran.Semuamenga@kan betapa beratnya bekerja di tengah pandemi ini. Merekapunsekuat-kuaoyatetapmencarinafkah. l'ñereka tidak mau menyerah, meeka menolak kalah. Semangat beliau-beliau itulah yang mesti kitajadikancontohuntukterussalingmenguatkan. Teruamamenguatkanmerekayangtelahditinggal anggota keluarganya karenacorona.

Bapakibusaudara-saudarasekalian.Saatini, diJawaTengah,limaribuempatratusanak-anak telah kehilangan orangtuanya. Sekarang tidak ada lagiyangbisadipanggilbapak,tidakadalagiyang mereka panggil ibu. ldak ada yang ngasih uang jajan, apalagi ngajak liburan. Untuk sekedar pelipur lara, Pemprov Jateng telah mengirim paket bantuan pada mereka. Beberapa Pemerintah

Kabupaten Kota juga telah melakukan hal serupa. Termasuk teman-teman kepolisian. Mungkin itu belum cukup, kia masih harus membanNmereka dalamhalpendidikandanmendampingimereka meraih masa depan. Perjuangan bersama-sama seperti inilah yang akan membuat masyarakat semakin kuat menghadapi cobaan yang sangat dahsyat.

Kita semua tahu,Proklamasi Kemerdekaan bu- kanlah ujung perjauangan. Nyatanya, setelah Bung Karno dan Bung Hatta membacakan naskah proklamasi,Indonesia masih hams berperang melawan agresi militer Belanda, masih harus perang membebaskan Irian Barat. Pelempuran demi pertempuran masih harus dihadapi bangsa kita. DariPertempuranSurabaya,PelempuranAmbara- wa, Pelempuran Lima Hari di Semarang, Perang Pupu@n Bali serta pertempuran-pertempuran melawan pemberonakan saudara sendiri. Di masa sekarang ini, pertempuran dalam medan dan cara yang berbeda juga terus kita alami. Melawan kemiskinan, melawan kebodohan, melawan narkoba, terorisme dan radikalisme. Kita juga masih harus bertempur habis-habisan untuk menegakkan

kedaulatan politik, menegakkan kemandirian eko- nomi,menegakkan kepribadian yang berkebuda- yaan.

Tapi sudahkah kita berdaulat? Sudahkahkita mandiri? Sudahkah kia memiliki pribadi berkebudayaan? Belum bapak ibu saudaraku sekalian. Masih jauh panggang dari api. Dan pandemi ini benar-benar jadi kaca benggala yang sempurna untuk kia menilai diri sendiri. Di satu sisi, covid memang telah melumpuhkan kita.Tapi disisi yang lain,sicovid ini justru menampar kesadaran bahwa perjuangan harus tems kita lakukan. Cia-cita kemandirian harus kita wujudkan.

Percuma selama ini kita menyebut diri sebagai bangsa &sar, kalau temyata riset saja masih lemah. Percuma kita membanggakan diri sebagai bangsa adiluhung, kalau laboratoriumnya masih jadul, tidak bisa diadu dikancah dunia. Mulai sekarang, ayo gotong royong, bahu membahu menyiapkan segala hal.Kita tingkatkan riset ilmu pengetahuan, kita perbanyak laboratorium dan ângkatkan kelasnya.Apa kita tidak ingin bisa bikin obat-obatan sendiri, menciptakan vaksin,reagen,

dan alat kesehatan sendiri? Masak untuk mencukupi kebutuhan masker saja kita harus import Apa kita tidakmalu?

Kedaulatan dan kemandirian ini bukan hanya untuksektorkesehatansaja.Sektorpertaniandan pangany    sektor    kemaritiman,    energi    sampai teknologi kita juga harus berdaulat danmandiri.

Kita ini mestinya jadi lumbung pangan dunia, bukan sebagai penerima bantuan pangan.Kita ini mestinya jadi raja di lautan,bukan tempat pelarian apalagi ladang pencurian. Juga demikian untuk sektor energi dan teknologi. Semua nikmat yang tercurah di negeri ini,saya haqqul yakin,bisa jadi kendaraan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian di segala bidang.

Jangan sampai 10-20 tahun mendatang ketika misalnya terjadi pandemi lagi, kita masih sama seperti ini, terperosok dan terseok-seok sepeli ini. Hanya keledailah yang akan jatuh ke lubang yang sama. Ki@ menolak jadi bangsa keledai. Kita Bangsa Indonesia, Garuda lambang negaranya. Garuda kita harus terbang, mengepakkan sayap menuju kejayaan.


Saya berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa,agar seluruh rakyat Indonesia,seluruh bangsa Indonesia diberi karunia kekuatan hati dan pikiran untuk mewujudkan kemakmuran. tidak mulai besok, tidak mulai lusa tapi mulai SEKARANG!.MERDEKA!

Dilanjutkan Pemberian Penghargaan "Karya Satya Lencana oleh Presiden RI Bpk. Ir. Joko Widodo" pada ASN Pengabdian mulai dari 

10 Tahun

20 Tahun, dan

30 Tahun

Acara Terakhir Doa yang dibawakan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang

bersama ORMAS lain diakhir upacara saling mendokumentasikan

 

Alhamdulillah bisa berjumpa dengan saudara-saudara yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan

 

Create by

Irma-LPPA

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari