'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
WAHABI BUKAN AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH
15 September 2019 04:21 WIB | dibaca 9990

Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum
 
Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah,dan sangat jauh dari Islam
 
Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam.
 
Contohnya: Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.
 
Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:
 
1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.
 
2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.
 
3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.
 
Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad (Abdul Wahab) maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.
 
FATWA AL-LAKHMI DITUJUKAN KEPADA WAHABI (ABDUL WAHHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM) SANG TOKOH KHAWARIJ BUKAN KEPADA SYAIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB
 
Mengenai fatwa Al-Imam Al-Lakhmi yang dia mengatakan bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij. Maka yg dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya  bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Hal ini karena tahun wafat Al-Lakhmi adalah 478 H sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yg telah wafat namun berfatwa tentang seseorang yg hidup berabad-abad setelahnya. Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum maka  dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya. Berikut Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi hubungan antara Najd dgn Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yg diperingatkan Al-Lakhmi adl Wahhabiyyah Rustumiyyah bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. [Lihat kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11]
 
Perbedaan Dawah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Dan Dawah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab
 
1.Dawah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum (Khawarij)
 
Khawarij adalah salah satu kelompok dari kaum muslimin yang mengkafirkan pelaku maksiat (dosa besar), membangkang dan memberontak terhadap pemerintah Islam, dan keluar dari jama’ah kaum muslimin
 
Termasuk dalam kategori Khawarij, adalah Khawarij generasi awal (Muhakkimah Haruriyah) dan sempalan2nya, seperti al Azariqah, ash Shafariyyah & an Najdat ketiganya sudah lenyap & al Ibadhiyah masih ada hingga sekarang. Termasuk pula dalam kategori Khawarij, adalah siapa saja yg dasar2 jalan hidupnya seperti mereka seperti Jamaah Takfir & Hijrah. Atas dasar ini maka bisa saja Khawarij muncul di sepanjang masa, bahkan betul2 akan muncul pada akhir zaman, seperti telah diberitakan oleh Rasulullah
 
Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yg usianya rata2 masih muda & sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia, namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka beriman hanya sebatas perkataan tdk sampai ke dlm hatinya. Mereka terlepas dari agama, maksudnya keluar dari ketaatan sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di hari Kiamat
(HR. Al Bukhari no 6930, Muslim no 1066)
 
2. Dawah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (Ahlussunnah Wal Jamaah)
 
Alangkah baiknya kami paparkan terlebih dahulu penjelasan singkat ttg hakikat dakwah yg beliau serukan. Krn hingga saat ini para musuh dakwah beliau masih terus membangun dinding tebal di hadapan orang2 awam, sehingga mereka terhalang utk melihat hakikat dakwah sebenarnya yg diusung oleh beliau
 
Syaikh berkata,
Segala puji dan karunia dari Allah, serta kekuatan hanyalah bersumber dari-Nya. Sesungguhnya Allah taala telah memberikan hidayah kepadaku utk menempuh jalan lurus, yaitu agama yg benar, agama Nabi Ibrahim yg lurus & Nabi Ibrahim itu bukanlah termasuk orang2 yg musyrik. Alhamdulillah aku bukanlah orang yg mengajak kpd ajaran sufi, ajaran imam tertentu yg aku agungkan atau ajaran orang filsafat
 
Akan tetapi aku mengajak kpd Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya & mengajak kpd sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam yg telah diwasiatkan kpd seluruh umatnya. Aku berharap utk tdk menolak kebenaran jika datang kepadaku. Bahkan aku jadikan Allah, para malaikat-Nya serta seluruh makhluk-Nya sbg saksi bahwa jika datang kpd kami kebenaran darimu maka aku akan menerimanya dgn lapang dada. Lalu akan kubuang jauh2 semua yg menyelisihinya walaupun itu perkataan Imamku, kecuali perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam krn beliau tdk pernah menyampaikan selain kebenaran
(Kitab ad-Durar as-Saniyyah: I/37-38)
 
Alhamdulillah, aku termasuk orang yg senantiasa berusaha mengikuti dalil, bukan orang yg mengada-adakan hal yg baru dalam agama
(KitabMuallafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab: V/36)
Shared Post: