'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » KAJIAN RAMADHAN » KAJIAN DHUHA HARI KE 4 (Ibu Hj. Maesaroh)
KAJIAN DHUHA HARI KE 4 (Ibu Hj. Maesaroh)
16 April 2021 08:50 WIB | dibaca 37
oleh: Ibu Hj. Maesaroh (Sekretaris umum PDA)
Pasangan, keturunan, saudara/terangga/teman, menjadi kekuatan dalam kehidupan.
( Maesaroh, sekretaris PDA Pemalang, pada kuliah dhuha online, hari keempat Ramadlan 1442 H )
Assalamualaikum ww.
Alhamdulillahirobbil alamiin, puji syukur kita panjatkan kepada Alloh Swt yang telah begitu banyak memberi kenikmatan kepada kita, salah satunya sehat dan bisa bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan tahun ini, sholawat salam semoga tetap terlimpah kepada Nabi kita Muhammad Saw, dan kita bisa mengikuti apa yang telah diajarkan beliau, dan bisa berkumpul di hari akhir nanti, aamiin.
 
Ibu - ibu,saudara sekalian yang dirahmati Alloh...
Cinta, kasih sayang merupakan anugrah yang Alloh berikan pada setiap makhluk ciptaanNya. Sebuah perasaan indah yang dapat berujung kebahagiaan, dan sebaliknya bisa juga menjadi malapetaka.
 
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw bersabda : Demi dzat yang jiwaku ada di dalam genggamanNya, kalian tidak dapat masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian belum disebut beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai?, sebarkanlah salam di antara kalian. ( HR. Muslim ).
 
Dari Anas ra. Nabi Muhammad saw yang bersabda : Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri. ( HR. Buhori no. 13 dan Muslim no. 45 ).
 
Ibu - ibu, saudara sekalian yang berbahagia.
Pasangan kita ( suami/istri ) menjadi bagian penting dalam kesuksesan kita, saling mengisi/mensuport dalam meraih tujuan.
Jika pinjam istilah suami saya ( beliau katakan saat awal - awal pernikahan kami )  :
...Ayo kita jalan seiring, bergandengan, meski nanti kita ada yang tertinggal, terjatuh, bahkan terluka, genggam tangan kita, peluklah, lanjutkan perjalanan, menuju keinginan kita...tutuplah kekurangan kita dengan kelebihan kita masing - masing, karena hidup tidak ada yang sempurna, tapi ayo kita selalu berlomba untuk mendekati kata sempurna...rejeki bisa dari istri / suami, apa kehendak Alloh, itulah rejeki kita, rejeki bersama.
 
Ibu - ibu yang semoga selalu sehat bahagia.
Kedua adalah keturunan kita, anak - anak kita adalah penerus kita, mereka bisa jadi menjadi cerminan perilaku orang tuanya. Saya yakin, di setiap keluarga pasti punya cara masing - masing bagaimana kita bergaul / berkomonikasi dengan keturunan kita. Tapi mari kita coba bersama, jadikan anak - anak kita sebagai teman, sahabat, bahkan guru kita dalam meraih kebaikan, baik yang masih kecil atau bahkan yang sudah dewasa. Bisa jadi banyak hal yang kita terima dari anak - anak kita, meski berupa kritikan sekalipun,   yang justru membuat kita lebih terpacu untuk menjadi baik. Karena kita harus percaya, bahwa saran, kritikan dari anak - anak kita pasti karena mereka sayang dengan kita sebagai orang tuanya.
 
Selanjutnya ibu - ibu dan saudara sekalian...
Yang ketiga adalah saudara, tetangga, dan teman - teman kita.
Mereka sungguh luar biasa juga dalam membentuk kepribadian dan kesuksesan kita dalam kehidupan. Dengan berbagai ragam karakter, jenjang pendidikan, pebedaan ekonomi, bahkan mungkin sosial...tapi justru karena merekalah, kita bisa menjadi lebih mampu berpikir, berprilaku, mengasah kemampuan hati / pikiran, hingga menjadi lebih bijaksana dan sukses...jauhi semaksimal mungkin sikap perbedaan yang hanya berdasar karena ekonomi kita, jabatan kita, atau lainnya...kuatkan sikap peduli, berbagi, solidaritas, dan berkasih sayang. Karena hakekatnya kita manusia di hadapan Alloh sama, yang membedakan adalah perilaku, ketaqwaan kita kepada Alloh Swt. 
Seperti firman Alloh dalam QS. Al Hujurat / 49 : 13.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki - laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku - suku supaya kamu saling kenal - mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
 
Mari, dengan tiga komponen ( pasangan, keturunan, saudara/tetangga/teman ) kita maksimalkan kepedulian, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan, untuk bersama - sama meraih kebahagian dunia akherat yang diridloi Alloh Swt.
Semoga dengan puasa, kita akan lebih meningkatkan ibadah dan amal sholih kita, aamiin...semoga selalu sehat, bahagia, bermanfaat untuk sesama.
Nasrunminallahi wafathunqoriib.
Wassalamualaikum ww.
Shared Post:
Arsip
KAJIAN RAMADHAN Terbaru