'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » KAJIAN RAMADHAN » KAJIAN DHUHA RAMADAHAN HARI KE-20 (Winarsih,S.Pd)
KAJIAN DHUHA RAMADAHAN HARI KE-20 (Winarsih,S.Pd)
02 Mei 2021 07:30 WIB | dibaca 40
oleh: Winarsih (Sekretaris-LPPA )

BISMILLAH HIROHMAN

Assalaamu’alaikum Wr. Wb

Ibu -ibu Aisyiyah yang dirahmati Allah ,

Marilah kita senantiasa  mengucapkan rasa syukur kita kehadirat Allah SWT dengan meningkatkan rasa iman kita

sebagai Hamba yang tidak lepas dari perbuatan Dosa  ,. Semoga di bulan suci Ramadahan  ini kita selalu  untuk meningkatkan amal ibadah kita yang pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT

Sholawat serta salam kita semoga tetap tercurah kepada panglima besar kita Nabi Agung, Nabi  Muhammad  SAW beserta para sahabatnya  yang kita nanti nantikan syafaatnya besok di Yaumil Akhir.

Ibu – ibu Aisyiyah yang di Rahmati oleh Allah,

pada kesempatan pagi hari saya akan memberikan sedikit ilmu  pada kajian Dhuha di Bulan suci ini . Tentang “BAGAIMANA ADAB, KETIKA KITA SEDANG  MARAH.

 

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam Hadist  :

Dari Abu Hurairah RA , ia Berkata  : “ Sesungguhnya ada seseorang yang berkata kepada Rosulullah SAW, (Ya Rasulullah ) Nasihatilah saya “ Beliau bersabda “ Janganlah marah. “ Orang itu meminta berkali-kali . Maka beliau bersabda, Janganlah Engkau marah (Hadis Riwayat Bukhori)

 

Manusia dilahirkan sebagai makhluk individu dan makhluk sosial , sebagai makhluk sosial , manusia  dalam kehidupan kita sehari – hari kita selalu berhubungan timbal balik dengan manusia lain, sampai masuk liang kuburpun kita masih membutuhkan kehadiran orang lain, sehingga tidak menutup kemungkinan seseorang diantara kita baik disengaja maupun tidak disengaja menyakiti hati orang lain YANG dapat menimbulkan kemarahan yang bisa menyebabkan mereka sakit hati tanpa kita sadari, baik itu kemarahan ditimbulkan dari ucapan kita , prilaku kita , prasangka kita , maupun tulisan kita dimedia sosial . walaupun hanya sekedar tulisan akan tetapi orang lain mampu membaca perasaan kita saat kita sedang marah  .

 

 

Ibu-ibu Aisyiyah yang dirahmati Allah

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang bisa saja marah. Karena Marah adalah sesuatu yang manusiawi. Adapun , "Arti perkataan Rasu lullah SAW pada hadis yang saya bacakan tadi, Arti  'jangan marah' adalah menjauhi sebab-sebabmarah dan hendaknya menjauhi sesuatu yang meng arah kepadanya.".

Oleh karena itu agama Islam mengajarkan kepada kita ,Bagaimana seorang muslim ketika marah ? Menurut Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid mengungkapkan hendak nya seorang Muslim memperhatikan adab-abad ketika kita sedag marah . Adab tersebut Diantaranya .

 

Pertama, Jangan marah, kecuali karena Allah SWT.,

 Marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal. Misalnya, marah ketika menyaksikan perbuatan haram merajalela dimuka bumi ini.

 Kedua,Berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia.

Karena , kemarahan kerap berujung dengan pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan bisa pula memutuskan silaturahim

Ketiga, Ketika kita marah
Hendaklah mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT
.

Karena dengan kita ketika kita  mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan akan bisa diredam.
Keempat,Bagaimana kita mampu untuk  menahan dan meredamamarah jika telah muncul.

Sebagaimana Allah telah berfiman dalam Q.S  Ali Imran ayat : 134

Allah SWT berfirman, " … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."

Kelima, berlindung kepada Allah ketika marah.

Nabi SAW bersabda, "Jika seseorang yang marah mengucapkan; 'A'uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT, niscaya akan reda kemarahannya."

Keenam,Bersikap  diam.

Karena dengan bersikap diam kita dapat meredahkan amarah kita.

Karena dengan kemarahan dapat menimbukkan kedengikian kita kepada orang lain.

 

Ketujuh, mengubah posisi ketika marah.

 Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, "Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring." (HR Ahmad).

Kedelapan, berwudhu atau mandi.

 Karena dengan wudhu atau mandi, apalagi mengunakan air dingin dapat menghilangkan amarah serta gejolak darah,"

Kesembilan, memberi maaf dan bersabar.

Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Q.S Asy-Syuura : Ayat 37  Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya "... dan jika mereka marah mereka memberi maaf

Demikian sedikit ilmu yang dapat saya sampaikan semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya

NASHRUN   MINALLAH WA FATKHUN  QORIB

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb


 

Shared Post:
Arsip
KAJIAN RAMADHAN Terbaru
Berita Terbaru