'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » KAJIAN RAMADHAN » Kajian Dhuha Ramadhan hari ke 7 (Ibu Dra. Hj. Nurlaeli)
Kajian Dhuha Ramadhan hari ke 7 (Ibu Dra. Hj. Nurlaeli)
19 April 2021 08:54 WIB | dibaca 49
oleh: Ibu Hj.Nurlaeli (Bendahara umum PDA)

Laporan Kajian Dhuha Hari ke 7

Senin, 19 April 2021 ( Nur Laeli )

Bismillah

Assalamualaikum wr.wb.

Ibu-ibu, saudara- saudara warga Aisyiyah yang dirahmati oleh Allah swt. marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah swt. dengan selalu menumbuhkan rasa syukur didalam diri kita atas segala limpahan nikmat yang telah Allah berikan. Sesungguhnya bukti iman dan takwa yang berkualitas terdapat pada mereka yang selalu bersyukur dan berbuat manfaat bagi orang banyak.

Sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada Baginda Muhammad saw. semoga kita termasuk golongan manusia yang mencintai pribadinya dan mengikuti langkah hidupnya.

Ibu-ibu, saudara-saudara yang dirahmati Allah, hari ini adalah kita masuk hari ke 7 dalam menjalankan ibadah puasa, semoga puasa kita diterima oleh Allah swt. Pada kesempatan pagi ini saya ingin menyampaikan tentang Umat Terbaik di Era Digital.

Kita adalah umat terbaik sebagaimana yang termuat dalam firman-Nya Q.S Ali Imron ayat 110 yang artinya :

“Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang mahruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah swt.”

Pertanyaannya adalah bagaimana menyandang predikat umat yang terbaik di era digital ini?

Setidaknya ada 3 hal yang harus dilanggengkan dalam menggapai titel umat terbaik di era digital ini.

Pertama, umat terbaik di era digital adalah mereka yang melanggengkan tradisi membaca. Kenapa harus membaca? karena mereka yang tidak membaca akan tertinggal jauh dari perkembangan dan perubahan. Lalu, apa yang dibaca? Yang dibaca adalah ayat-ayat Allah yang tertulis dan yang tercipta. Tertulis diistilahkan dengan wahyu atau Al-Qur’an sedangkan yang tercipta segala sesuatau yang terhampar di belantara semesta. Dalam konteks era digital termasuklah di dalamnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, umat terbaik harus melek teknologi dan mampu menggunakan secara arif, bijak, dan tanggung jawab. Spirit membaca sejalan dengan spirit Iqro’ yang mana merupakan ayat pertama kali turun yaitu dalam Q.S Al-Alaq ayat 1 yang artinya :

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”

Kedua, umat terbaik di era digital adalah mereka yang mau memahami dengan baik apa yang dibaca. Karena di masa sekarang, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengantarkan kita pada keadaan  di mana membanjirnya informasi dan pemberitaan. Maka segabai umat yang terbaik kita harus memahami dengan baik berita apa yang dibaca dan jangan sembarangan share informasi tanpa memahami dengan baik. Maka, dalam agama kita ada yang namanya tabayyun yang mana salah satu fungsinya mencari tahu kebenaran berita atau informasi yang kita dapat.

Ketiga, umat terbaik di era digital adalah mereka yang mau ber-Fastabiqul Khairat dari apa yang telah dibaca dan dipahami. Karena ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah. Bukan hanya sekedar membaca, apalagi sekedar meng-share atau membagikan. tapi yang terpenting adalah keinginan berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba-lomba dalam karya, berlomba-lomba dalam mempersembahkan yang terbaik. Baik sebagai seorang ayah, seorang ibu, seorang anak, seorang siswa, mahasiswa dan apapun jenis profesi yang kita geluti.

 

Ibu-ibu, saudara-saudara yang berbahagia. Umat terbaik lahir dari kesungguhan hati menjadi hamba Allah yang hakiki dan menjadi umat Muhammad yang sejati. Semoga kita semua senantiasa termasuk ke dalam golongan yang senantiasa setia dalam agama ini hingga saat perjumpaan dengan-Nya.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dan mohon maaf atas segala kekurangannya.

Nasrun minallah wafathun qorib.

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Shared Post:
Arsip
KAJIAN RAMADHAN Terbaru